Tuesday, September 4, 2007

GARA – GARA

“Nis,Anis… sini loe!”, teriak Rara sambil melambai – lambaikan tangannya.
“Entar dong gue haus banget nih! Gue beli es dulu, kalian duluan aja deh, entar gue nyusul”, sahut Anis dengan lantang. Biasa kalau bicara ama Rara harus kerja keras biar mantap.
“Ya, dah yuk Si. Kita duluan aja keburu panas nih!”Ajak Rara.”Ya,ayo deh!”Sahut Desi.
Rara itu termasuk kategori orang yang item, jadi ya nasib kalau jadi orang item dia nggak tahan banget sama yang namanya panas, soalnya dia sadar kalau wanita item itu biasa nyerep panas. He…he…he.
“Ra, kok tumben ya, di sini sepi! Tanya Desi sambil memencet-mencet hp- nya.”Ya bagus kan, kalo sepi itu enak nggak rame!
“Jawab Rara.”Siapa bilang kalo sepi itu rame, yang ada ya, sepi itu nggak rame, tolol!!!” Lanjut Desi.
“Ah, yang penting you know what I mean, gitu!” Bela Rara. Emang Rara itu termasuk orang yang tergolong pinter tapi dia itu nggak sombong soal kepandaiannya.
“Rara…Desi…ada kabar bagus, pokoknya sip banget!”Terocos Anis dengan girang.
“Apaan sih, ada apaan kok seneng banget…pokoknya seneng.”Tambah Anis tanpa memberi jawaban.”Iya,nih ada apaan sih to the point aja deh,”desak Rara.”Iya,iya tau nggak gue tadi ketemu sang pangeran gue,dia tadi nyapa gue aduh senengnya”,jelas Anis
“Pasti yang kamu maksud itu Tomi kan”, tebak Rara.
“Iya dong emang siapa lagikalo bukan Tomi si Imut”,jawab Anis.
“Eh, Si gimana kabarnya Putra. Kamu dah PDKT ma do’I belom?”Tanya Anis”ya,inikan gue baru proses,makanya do’ain aja deh!”,terang Desi.So,pasti dong loe kan sobat gue pasti gue do’ain”,hibur Rara dengan sok perhatian.
Tiba-tiba hp Desi bergetar,oh ada telepon,telepon dari Putra.
“Eh,teman-teman entar dulu ya ,gue ada telepon!”,kata Desi yang kemudian mengangkatnya.
“Ra….loe dah punya gebetan belom?”,Tanya Anis
“Belom nih gue lagi males sama cowok nih!”,gerutu Rara.
Ternyata sudah biasa “cowok”sebagai tpik ulama dalam pembicaraan cewek.tak lama kemudian Desi menutup hp nya.
“Gimana sukses nggak?”, Tanya Rara.
“Sukses besar dia ngajak ketemuan sama gue!”,jelas Desi dengan riang.”Ah yang benar kapan Si?”,Tanya Anis kemudian.
“Besok malem minggu,karena gue lagi seneng gimana kalo besok sore kalian gue traktir.Oh,iya Pupu mana?”,Tanya Desi.
“Nggak tau paling di rumah,yuk kita cari,Si!”,ajak Anis
“Kamu mau ikut nggak Ra?”,Tanya Desi.
“Nggak deh,gue nunggu di sini aja!”,jelas Rara.
Kemusian Desi dan anis langsung pergi ke rumah Pupu.Rumah Pupu adalah rumah yang paling dekat dengan tongkrongan mereka.dan kalo nggak ada kerjaan pasti Rara langsung nyanyi.kali ini Rara nyanyi lagunya Flanella.
“Demi aku yang pernah ada di hatimu,pergi saja dengan kekasihmu yang baru…”,Rara langsung berhenti menyanyi ketika melihat Adin dan Oca lewat.
“Ih,dasar genit,cewek centhil”,ceplos Rara. Memang empat sahabat itu amat sangat benci ma Andi dan Oca karena mereka berdua suka sekali ganggu cowok-cowok yang disukai oleh empat sahabat itu.
“Siapa Ra,yang ganjen,pasti Andin ma Oca ya!”,tebak Pupu yang tiba-tiba berada di samping Rara.
“So,pasti siapa lagi kalau bukan si Andin ma Oca, dasar ratu ganjen !”,terang Rara.
“Oh,iya Pu besok kamu ke warung “cak Indro”ya gue mau traktir loe soalnya gue bahagia banget karena gue berhasil dapetin Putra”,ajak Desi.
“Beneran nih okey deh, pasti gue besok datang!”, jawab Pupu. Terdengar bunyi hp kali ini bukan punya Desi tapi punya Pupu.
“ Halo, o, iya sebentar ya yank aku kesana “, terdangar suara Pupu yang samar.
“ Dari siapa, Pu? “, Tanya Rara dengan curiga.
“ Oh, ini dari…mami, iya dari mami gue harus pulang ya, dah temen-temen “, jawab Pupu yang gelisah kemudian pergi.
“ Gue rasa ada yang disembunyikan dari kita nih! “, tebak Anis.
“ Gue juga gitu “, tambah Desi.
“Aduh kita harus positif thinking aja ngapa sih! “, bela Rara. Karena kurang asyik mereka memutuskan untuk pulang.

***

Sore ini Desi berjanji untuk mentraktir para sobatnya. Rara dan Anis udah ada di sana, kurang Pupu dia belom juga kelihatan. “Mana sih! Itu anak, dasar Pupu”. Gerutu Rara.
“ Iya nih, gue baru nelpon rumahnya “, kata Desi.
Kemudian Desi mencoba menghubungi nomor rumah Pupu.
“ Gimana Des “, Tanya Anis? Kata nyokapnya dia pergi ma Andi “, jelas Desi. “ Hus, jangan keras-keras untung gak ketahuan ma Rara “, perintah anis.
Mereka tau kalo Rara juga suka ma Andi,jadi mereka menyembunyikannya agar tidak ketahuan ama Rara.
“Ya,dah kita makan dulu aja, soalnya Pupu nggak bisa dating!”,ungkap Desi. Akhirnya mereka bertiga makan tanpa Pupu.
“Oh,ya besok kan ultahnya Pupu”,ingat anis.
“O…iya gue hamper aja lupa!”,Kata Rara.
“Iya nih malahan telah selesai makan,kemudian mereka pulang ke rumah masing-masing.


Sampai di rumah Rara ingat sesuatu lalu dia menelepon Pupu. Rara bermaksud mengajak Pupu untuk beli buku besok siang dan akhirnya Pupu setuju.


***

“Aduh,dah jam 1(satu) nih, guekan janjian ma Pupu!”,terocos Rara yang kemudian mengambil jaketnya.kemudian Rara pergi ke rumah Pupu.
“Pupu…Pupu”, panggil Rara.
“Emang ada apa Ra?”,Tanya mami Pupu.
“Oh,nggak papa,ya dah tante saya permisi dulu !”,pamit Rara.
Rara kemudian pergi dengan sebel,dia lalu menceritakan semua itu pada Anis dan Desi.Mereka berdua berusaha untuk menghibur Pupu namun Rara tetap kesal pada Pupu.
“Ra,nantikan kita ada rencana buat ultah Pupu,kok kamu malah marah sih!”,desak Desi.
“Ah,persetan ma Pupu,dia dah bohong ma kita,gue tau kemarin itu yang nelepon bukan nyokapnya tapi Andi.Padahal kita pernah janji nggak akan kayak gini gara-gara cowok “, semprotan Rara kemudian pergi.Memang akhir-akhir ini Pupu agak beda,dia lebih mentingin Andi dari pada 3 sobatnya itu.Rara yang nggak suka ma sikap Pupu membuat yang bertujuan mau minta maaf.Pokoknya persahabatan mereka baru dilanda masalah.



***

Rara berbaring di kamarnya dengan resah. Dia tatap kalender tanggalannya, 10 Januari,hari ini adalah ultah sobatnya, Pupu.
Pupu,Desi dan Anis adalah sobatnya sejak kecil, namun kali ini tidak!!! Rara kesal banget ma Pupu, soalnya dia ma Pupu dah janjian mau beli buku bersama tetapi Pupu malah pergi berdua ma Andi. Padahal Pupu tau kalo Rara juga suka ma Andi.
“Dasar ganjen!”,teriak Rara. Dia teringat saat-saat indah bersama Pupu,Desi dan Anis ada di situ. Tapi Rara tetap kesal ma Pupu.

“Ra…Rara”,terdengar suar kak Sandra memanggil.
“Apaan sih!,Tanya Rara singkat .
“Ada telepon dari Pupu!”,jawab kak Sandra.
“Ngomong aja nggak ada”,printah Rara”,Gue lagi sebel!!.Tak lama kemudian kak Sandra masuk ke kamar Rara
“Eh,loe ada masalah apa sih,eh dasar anak kecil masih suka musuhan,emang apa yang loe biasa lakuin tanpa seorang Pupu.Loekan sebentar-sebentar Pupu,dikit-dikit Pupu!”, ceramahnya.
“Ah,diem loe gue nih baru kesal banget ma dia!”,jawab Rara.
“Ya,dah mendingan loe temenin gue ke took kaset,yuk”,ajak kak Sandra”,ayodong nggak usah bingug!”.
“Oke deh kak,gue ganti baju dulu”,jawab Rara.
Rara kemudian mengantar kak Sandra ke took kaset.
Setelah sampai kak Sandra langsung memilih kaset yang akan dibeli. Sambil menunggu kak Sandra Rara juga ikut-ikutan melihat-lihat kaset.Oh, ada kaset Ungu kesukaan Pupu. Sebenarnya dia berniat untuk membeli kaset itu.
“Ra…ayo pulang”,ajak kak Sandra.
Spontan tantang Rara mengambil kaset itu dia berencana membeli kaset itu untuk hadiah ulang tahun Pupu.
Buat Siapa,Ra”, Tanya kak Sandra.
“Ada titipan kok,kak!”,jawab Rara dengan senyuman manisnya.


Setelah sampai rumah dia sulap kaset itu menjadi sebuah kado yang cantik. Lalu dia langsung pergi ke rumah Pupu, ternyata di sana sudah ada Desi dan Anis.langsung Rara memegang tangan Pupu.
“Pu…maafin gue ya!”,bujuk Rara.
“Ah,nggak papa gue juga minta maaf ma loe,gue janji nggak akan ngulangin hal yang sama seperti ini lagi!”.
Kemudian Pupu dan Rara saling berpelukan.Melihat kejadian itu Desi dan Anis tersenyum lega karena akhirnya semua masalah yang dihadapi mereka akhirnya terselesaikan. Dan mereka sadar bahwa persahabatan itu indah!.







OLEH : RATIH.M.DEWI

0 comments: